Karya : Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com. Tuhan ... Betapa aku merindukan diri-Mu Merindukan ampunann-Mu Merindukan kasih sayang-Mu Tuhan... Aku hanyalah hambamu yang lemah Hambamu yang tidak punya daya Sungguh aku tak kuasa tanpa kehadiran-Mu Tuhan ... Betapa aku merasakan kebodohan ku Begitu banyak hari hari ku berlalu sia sia Tak mampu aku manfaatkan dengan hal yang berguna Tuhan... Aku telah melewatkan bulan Ramadhan mu di tahun lalu Bulan yang penuh dengan kemuliaan dan berlimpah ampunan Aku tak tahu .. Akankah aku bisa menjumpai nya lagi di tahun ini Tuhan .. Berilah aku kembali kesempatan Untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan Bulan yang penuh keberkahan... Dimana segala amal kebaikan Engkau lipat gandakan pahalanya. Tuhan... Izinkan aku berjumpa dengan malam lailatul qodar Aku ingin menangis dan bertobat atas segala kekhilafan... Aku ingin merasakan betapa bahagianya aku BersamaMu di sepanjang malam.. Tuhan... Aku merind...
Oleh : Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com Membaca Qur'an tentunya tidak bisa kita samakan dengan membaca koran. Jika membaca koran mungkin kita bisa dengan sistem cepat sekali mata memandang. Tapi membaca Qur'an, sehebat apapun Qori.. tetap akan membaca Qur'an sesuai aturan, panjang pendeknya, dengung tidak nya qolqolah, waqaf dan sebagainya. Membaca Qur'an dengan Tartil sesuai tajwidnya. Juga membaca Qur'an mengharuskan kita memperhatikan kalimat sesudahnya nya .. jika tidak maka kita akan melakukan kesalahan-kesalahan.🙏 mungkin ALLAH SWT hendak mengajarkan kepada kita bahwa setiap bertindak jangan lupa berpikir akan akibatnya kedepan. Jadi biasa lah membaca Qur'an dengan tartil lihat kalimat berikutnya.. hingga kita pun terbiasa waspada dalam bertindak karena perbuatan kita berpengaruh di masa depan. 🙏🙏🙏
Cerpen by Desri Yanti, Palembang, yantidesri4@gmail.com Ini adalah aku, orang orang mengenal ku sebagai seorang guru PAI. Sebagai mana layaknya seorang guru orang orang mungkin menganggap diriku sebagai orang yang taat, 'alim, shaleha, pintar ngaji, pintar baca doa bla bla bla… dan sebagainya. Namun nyatanya diriku tidak merasa seperti itu. Aku hanyalah seorang hamba wanita yang lemah, yang selalu merasakan naik turunnya iman. Yang merindukan kasih sayang dan Ridho nya Allah. Aku merasa malu, aku merasa tidak banyak amal shaleh yang aku punya untuk kubawa menghadap Mu nanti. Satu satunya yang bisa menolong ku hanyalah Ridho dari mu. Karena itu aku mencari tahu amal hamba yang mana yang Engkau suka. Ternyata Engkau menyukai amal yang Istiqomah walau sedikit tapi terus menerus seperti membaca Alquran. Aku belum mampu seperti itu Dikala iman ku naik ku baca Ayat mu seakan seakan aku tak mau berhenti bersamamu. namun dikala i...
Komentar
Posting Komentar